Sabtu, 18 Agustus 2018

Kisah haru untuk dapat ikut Upacara Punurunan Bendera 17 Agustus 2018

Assalamualaikum... Salam Sejartera Bagi kita semua..
Pertama Aku mulai pada sa'at aku berjuang untuk mendapatkan kesempatan mengikuti Upacara 17 Agustus 2018 di Istana Negara Jakarta.
Pada waktu masih dikampung aku sering sekali menyaksikan siaran langsung di televisi Upacara bendera setiap 17 Agustus yang diadakan di Istana Negara Jakarta, mulai dari situlah aku sangat berkeinginan untuk ikut merasakan bagaimana rasanya Jika aku bisa menyaksikan secara langsung upacara itu kayaknya Sangat luar biasa bisa bertemu dengan banyak Orang besar disana dan bisa bertemu dengan sang pemimpin Negara juga disana.
Oya aku lupa memperkenalkan diri biar Pembaca juga tau bahwa Siapa yang menulis kisah ini, nama aku Junaidin biasa dipanggil Sama teman - teman ku Jun, Dan aku berasal dari Provinsi yang dibilang jauh Dari ibu kota Negara Indonesia yaitu tepatnya di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tepatnya di kota bima masuk di Pulau sumbawa, aku seorang perantau dari kampung menuju Jakarta, (walaupun sudah kelewat sampai ke banten tangerang).
Bertahun tahun aku sudah merantau dari kampung ke kota tepatnya sekitar 14 tahunlah, hingga akhirnya aku baru memberanikan diri untuk mencoba mengirim surat ke Istana Negara agar aku bisa mengikuti Upacara bendera di Istana Negara, mungkin banyak para pembaca yang akan bilang Kenapa Harus takut Orang cuma kirim surat ini kan, dalam pikiran aku bukan masalah takut ditolak atau tidak dikabulkanya surat Itu Tapi belih kepada takut nyasar dikota Jakarta Dan takut juga masuk kedalam Istana Negara takut diusir, (yah namanya juga Orang dari kampung tetap aja otaknya kebanyakan takut duluan sebelum mencoba) karena terus terang walaupun sudah lama merantau tapi untuk ke Jakarta jarang sekali itupun naik Bus umum yang jelas aku gak tau jalan.
Alhamdullah aku gak bego - bego amat karena mungkin keinginan kuat untuk bisa ikut upacara bendera tahun 2018 ini makaknya otak aku jalan dan mikir gimana caranya masuk nganterin surat Permohonan ikut upacara itu, hingga aku dapat cara untuk masuk kesana yaitu dengan menggunakan jasa Grab mobil atau yang biasa dibilang (taksi online).
Singkat cerita aku ke Istana Negara mengantarkan surat Itu sekitar kurang lebih 1 bulan sebelum 17 Agustus 2018, Dan Alhamdullah dengan lancar walaupun Disana aku banyak nanya - nanya petugas disana Cara - cara masukin surat Dan harus kemana - kemananya yang pentingkan judulnya bisa lancar, hingga aku di telpon oleh petugas di Istana bahwa surat aku disetujui, dari situ aja senangnya luar biasa bahkan aku sempat nanya pula apakah masih bisa masukin surat lagi untuk saudara - saudara aku dan petugas itu menjawab masih bisa Tapi petugas itu tidak dapat menjanjikan pasti disetujui atau tidak oleh pimpinannya, Tapi dia Intinya tetap memperbolehkan untuk ajukan surat Permohonan lagi.
Agar gak panjang lebar ceritanya sampailah Pada Waktunya sekitar 3 hari menjelang upacara 17 Agustus aku ditelpon oleh petugas dari Istana Negara bahwa aku diminta untuk ngambil undangan untuk ikut upacara 17 Agustus Dan Alhamdullah juga surat Permohonan ke Dua undangan untuk saudara aku juga di setujui akhirnya aku bawa pulang 2 undangan untuk ikut 4 Orang (1 undangan 2 Orang). Disitu aku baca bahwa Bapak Presiden Republik Indonesia Joko Widodo beserta ibu Negara mengundang atas nama aku tertulis disitu untuk mengikuti Upacara Punurunan Bendera Merah Putih di Istana Negara Jakarta. Alhamdullah senang bangat.
Sampai kepada tanggal 17 Agustus 2018, aku beserta saudara 3 Orang karena undangan yang aku dapat 2, kami berangkat sekitar jam 10 pagi Dari tangerang menuju Jakarta, Kenapa kami berangkat masih pagi? sengaja memang karena Jakarta kan macet Dan sekalian agar bisa sholat jum'at (Kebetulan 17 Agustus kali ini 2018 tepat di Hari jum'at) di masjid istiqlal Jakarta (yang kata Orang - Orang masjid istiqlal itu terbesar di Asia).
Setelah selesai sholat jum'at di masjid istiqlal Jakarta kami berempat langsung menuju Istana Negara karena masih siang di sana juga masih mempersiapkan untuk upacara Jadi kami manfaatkan kesempatan untuk Foto - Foto depan monas saja sambil menunggu waktu masuk area Istana Negara kapan lagi mumpung ada kesempatan.
Hingga waktu 2 jam sebelum acara dimulai kami masuk ke area Istana Negara Dan engikuti upacara dengan penuh bangga terharu yang luar biasa karena perjuangan untuk memcapai keinginan itu dikabulkan oleh Allah swt, Dan Alhamdullah pula kami bisa melihat, merasakan dan menikmati jalanya upacara penurunan bendera Merah Putih langsung didepan Mata kami, juga berkesempatan Bersalaman langsung dengan bapak Joko Widodo Presiden RI ke 7 yang sebelum upacara dimulai keliling terlebih dahulu untuk menyapa masyarakat yang hadir pada sa'at Itu walaupun berdesak desakan.
Ini adalah Sebuah kisah pembelajaran walaupun hanya sekedar ikut upacara di Istana Negara mungkin Sebagian Orang adalah hal biasa Tapi justru hal yang luar biasa untuk Sebagian Orang lainya bisa merasakan kangsung momen itu, Jadi Jika niat dan keinginan disertai dengan Keberanian untuk melakukan Dan mewujudkannya maka tidak ada yang tidak mungkin bahwa kita akan berhasil.

Nantikan postingan berikutnya mengenai kisah - kisah lainya.. Terima kasih sudah mau menyempatkan untuk mebaca kisah ini. Wassalamualam,, salam sejartera bagi kita semua.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima Kasih

Entri yang Diunggulkan

PENGHASILAN Rp. 2.000.000 /hari Bisa Sambil tiduran Mainan HAPE

https://youtu.be/rrbtM6aj__s